Kelas XII TKJ

Teman sekelas adalah mereka yg saling memahami, percaya, berbagi, dan memaafkan. Mereka yg selalu setia melalui saat baik dan buruk.

Di rumahnya Hajji Anchu

Indahnya persahabatan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.

Mashuri M

No Comment

RS Awal Bros Makassar

Saat prakerin di RS Awal Bros Makassar

Hamsarian, Husni Husaeni, Mashuri M

Sahabat adalah seseorang yang akan memikul beban kesedihan jika kita sedih dan akan menangis jika kita menangis, tetapi teman hanya akan menemani kita saat bahagia saja.

Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts

Thursday, May 12, 2016

Materi Perulangan For di C++

Assalmu Alaikum Wr. Wb, pada malam hari ini saya akan memposting artikel saya yang berjudul Materi Perulangan FOR di C++. Ini juga merupakan tugas kuliah saya untuk semester 2.Ok kita ke TKP. (Baca Juga: Materi Perulangan WHILE)
Struktur pengulangan jenis ini biasanya digunakan untuk melakukan pengulangan yang telah diketahui banyaknya. Jenis ini merupakan jenis struktur pengulangan yang paling mudah dipahami. Untuk melakukan pengulangan dengan menggunakan struktur ini, kita harus memiliki sebuah variabel sebagai indeksnya. Namun perlu sekali untuk diperhatikan bahwa tipe data dari variabel yang akan digunakan sebagai indeks haruslah tipe data yang mempunyai urutan yang teratur, misalnya tipe data int(0,1,2,...) atau char(‘a’,’b’,’c’,...).
 Bentuk Umum Struktur FOR:

//untuk pengulangan yang sifatnya menaik (icrement)

for (variabel = nilai_awal; kondisi; variabel++) {

  Statemen_yang_akan_diulang;

}

//Untuk pengulangan yang sifatnya menurun (decrement)

for (variabel = nilai_awal; kondisi; variable--) {

  Statemen_yang_akan_diulang;



Contoh Program :
#include <iostream>

using namespace std;

int main() {

  cout<<"PENGULANGAN MENAIK"<<endl;

  for (int C=0; C<10; C++) {

    cout<<C+1<<endl;

  }

  return 0;

}

Hasilnya:

yang diatas berarti angka akan berulang sampai batas yang ditentukan. Jadi kalau kita menetukan batasnya cuma samapi 20 maka akan berulang sampai 20. Sekian dari saya. Mohon Kunjungan baliknya.

Monday, November 24, 2014

Cara Troubleshooting Router Mikrotik

Setiap router miktrotik di design untuk hidup selama 24 jam 7 hari berturut - turut. Jika router mikrotik Anda yang sudah berbulan - bulan atau bahkan bertahun - tahun berjalan normal tiba tiba tidak bekerja sebagaimana mestinya, jangan panik dulu. Pertama kita harus pikirkan terlebih dahulu apakah perangkat tersebut masih bisa kita cek dan perbaiki sendiri atau perlu klaim garansi. Seperti halnya bidang kedokteran, kita perlu tahu penyakit yang diderita pasien dan apa sebabnya. Hal tersebut diterapkan juga di dunia IT yang biasa disebut dengan troubleshooting, yakni mencari sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut bisa diatasi. Berikut tips untuk troubleshooting router Mikrotik.

Sebelum cek hal yang lebih detail, cek terlebih dahulu kondisi fisik router. Apakah kabel tercabut atau indikasi ketidakberesan secara fisik lainya. Anda bisa juga coba perhatikan bunyi beep dan nyala lampu indikator LED ethernet atau indikator LED Power saat kabel power dihubungkan. Jika router masih bisa bunyi beep, Anda bisa ikuti step selanjutnya dengan cek proses booting. Ada beberapa router yang tidak memiliki beeper, untuk routerboard jenis seperti ini, selama indikator LED power menyala, anda bisa ikuti langkah perbaikan selanjutnya.

External Access Point Untuk Jaringan Hotspot

Salah satu kendala sebuah jaringan wireless biasanya range cakupan signal wireless. Untuk mengatasi kendala ini, administrator jaringan umumnya menggunakan lebih dari satu access point. Langkah tersebut memang menjadi solusi yang tepat, namun muncul pertanyaan baru bagaimana jika jaringan wireless tersebut harus menyediakan sebuah service yang harus bisa digunakan oleh setiap client yang terkoneksi, dalam artikel ini kita contohkan service hotspot. Hotspot merupakan salah satu fitur Mikrotik yang melakukan authentifikasi sebelum user dapat mengakses resource jaringan. Pada artikel ini tidak membahas cara konfigurasi hotspot, akan tetapi lebih ke konsep implementasi di lapangan dan dengan cara yang biasa diterapkan untuk coverage area wireless yang cukup luas. Di jaman modern ini hotspot sering kita jumpai di area publik, seperti mall, cafe, atau hotel.  Di area publik seperti ini biasanya Hotspot diterapkan dengan media wireless. Akan tetapi di Mikrotik, hotspot system sebenarnya bisa berjalan baik pada interface ethernet untuk jaringan kabel kabel ataupun wireless.
Pada implementasi area publik, tentu dibutuhkan jangkauan Wireless yang cukup untuk mencakup keseluruhan area. Solusinya adalah dengan menggunakan lebih dari satu akses point untuk menjangkau area yang cukup luas. Selain luas area yang harus di cover, jumlah client yang banyak juga menjadi pertimbangan sehingga harus menggunakan lebih dari satu akses point.

Cara Backup Konfigurasi Mikrotik

Asslamu Alikum Wr Wb pada pagi hari ini saya akan share artikel saya yang berjudul Cara Backup Konfigurasi Mikrotik.Untuk mencegah hal - hal yang tidak diinginkan, disarankan untuk selalu melakukan backup konfigurasi router secara berkala. Cara paling mudah untuk melakukan backup adalah dengan masuk ke Menu Files pada winbox, kemudian tekan tombol "Backup". Nama file backup akan digenerate secara otomatis oleh router berdasarkan tanggal dan jam backup dilakukan. Jika ingin memberikan nama yang spesifik, diperlukan perintah backup melalui comand console : / system backup save name="Basic-Config"
Akan tetapi Backup konfigurasi tidak cukup hanya dengan itu saja. Dengan hanya menekan Tombol backup atau perintah console, konfigurasi memang sudah terbackup, namun file backup masih

Mengenal System BIOS di RouterBoard

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa RouterBoard merupakan sebuah PC, yang juga memiliki processor, RAM, storage, dan lain - lain, akan tetapi dengan dimensi yang cukup kecil. Di desain untuk memenuhi kebutuhan jaringan secara optimal. Seperti halnya PC pada umumnya, di dalam RouterBoard juga terdapat system BIOS sederhana. Kira - kira apa fungsi dari BIOS tersebut ?. Salah satunya, sistem bios ini cukup berguna ketika kita mengalami permasalahan pada RouterBoard, misalnya RouterBoard tiba-tiba mati dan tidak kembali menyala. Langkah troubleshooting sederhana bisa kita lakukan dengan mengamati proses yang terjadi dengan akses pada RouterBoot atau bootloader RouterBoard. Akses bios RouterBoard bisa dilakukan via serial port dengan kabel RS232/DB9.

Cara Implementasi Mikrotik Wireless Controller CAPsMAN

CAPsMAN merupakan sebuah fitur yang akan sangat membantu dalam impelementasi jaringan wireless yang sudah cukup besar seperti kantor, kampus , RT/RW Net atau bahkan pada Wireless ISP.
Dengan menerapkan CAPsMAN kita bisa melakukan setting beberapa perangkat akses point pada satu perangkat controller. Hal ini memberikan kemudahan sehingga admin jaringan tidak perlu repot login dan setting satu per satu AP.
Sebelumnya kami telah mengulas pengenalan dan setting dasar CAPsMAN pada artikel Pengenalan CAPsMAN . Pada artikel ini nanti lebih di titik beratkan pada pengaplikasian fitur tersebut pada kondisi

Cara Manajemen Hotspot User

Hotspot system, terkenal dengan fitur "plug n play" akses nya, sederhana dan mudah dalam melakukan konfigurasi, apalagi di Mikrotik sudah disediakan wizard-nya. Terdiri dari berbagai service yang diaktifkan sehingga tanpa setting tambahan pun Hotspot sudah dapat berjalan. Akan tetapi tentu admin jaringan harus tetap menjaga agar jaringan tetap aman namun tidak mengesampingkan kenyaman user dalam mengakses jaringan.
Fitur apa saja yang bisa diterapkan pada Hotspot Mikrotik, sebelumnya sudah dibahas pada artikel Fitur-Fitur Hotspot Mikrotik . Kali ini, akan diberikan contoh dalam melakukan manajemen user hotspot, misalnya memberikan kebijakan yang berbeda untuk setiap user.
Contoh kasus, Pada sebuah jaringan kampus, akan dibangun sebuah jaringan Hotspot. Rencananya akan dibuat 3 hotspot username, dimana masing-masing akan diberikan kebijakan yang berbeda.
  • username=Dosen  -> Limitasi bandwidth share dengan Mahasiswa limit-at 512kbps dan max-limit 1Mbps
  • username=Mahasiswa -> Limitasi bandwidth share dengan Dosen dengan maksimal 512kbps . Tidak diijinkan melakukan akses ke Router
User Profile
Untuk memberikan kebiijakan pada username yang telah kita buat, bisa kita tentukan dengan User Profile. Dengan kebutuhan kebijakan yang berbeda, maka pada contoh kasus ini kita akan membuat satu user profile untuk masing-masing username. 
Terdapat parameter-parameter yang bisa digunakan untuk menentukan kebijakan untuk Hotspot Client pada User Profile. Untuk beberapa kondisi , kebijakan tidak bisa langsung diatur pada User Profile, tetapi harus dikombinasikan dengan Fitur yang lain.
Limitasi Bandwidth
Limitasi Bandwidth per user bisa dilakukan langsung pada User Profile dengan mendefinisikan parameter Rate-Limit. Limitasi ini akan diberikan untuk masing-masing User. Misalnya, jika kita tentukan rate-limit=512k/512k berarti untuk masing-masing Hotspot Client yang menggunakan User Profile tersebut akan di-limit sebesar 512kbps.
Akan tetapi pada contoh kasus ini, akan diterapkan limitasi bandwidth share. Bandwidth 512k merupakan limitasi total untuk semua Hotspot Client yang Login menggunakan username yang sama. Untuk itu kita tidak bisa menentukan langsung pada user Profile tetapi harus dikombinasikan dengan fitur Mangle, dan kemudian dibuatkan queue berdasar penandaan packet dari mangle tersebut.
Pada User Profile terdapat parameter yang bisa digunakan untuk menentukan Packet-Mark Mangle yang secara otomatis akan digenerate pada saat Hotspot Client Login.
Filtering/Blocking
Sesuai rencana awal, username=Mahasiswa hanya diperbolehkan untuk aktifitas ke internet saja, Sedangkan untuk akses ke router akan diblock. Kebijakan ini tidak bisa langsung diatur pada User Profile, tetapi harus dikombinasikan dengan Firewall Filter.
Dalam pembuatan Firewall Filter sebenarnya kita bisa langsung menggunakan src-addrress=IP Hotspot Client secara manual, tetapi konfigurasi ini terdapat kemungkinan tidak sesuai harapan ketika IP yang sudah didefinisikan, terpasang / diberikan ke Client yang lain oleh Hotspot System.
Maka untuk kasus ini, digunakan parameter Incoming-Filter pada User-Profile barulah kemudian dikombinasikan dengan Firewall Filter.
Pengaturan User-Profile=Dosen
Penentuan Nama Profile
Shared-Users digunakan untuk menentukan berapa banyak user yang bisa Login dengan username yang sama dalam waktu bersamaan.
  • Address-List : Pada saat Hotspot Client sudah Login , IP akan di masukkan pada address-list dengan nama yang sudah ditentukan
  • Incoming-Filter : Nama Chain Firewall Filter baru untuk traffic yang masuk dari Client. Dibuat secara otomatis ketika Hotspot Client Login. Dibutuhkan action Jump dari built-in chain ke chain=hotspot
  • Incoming-Packet-Mark : Nama/penandaan packet yang masuk dari Client. Berfungsi sama dengan Mangle Mark-Packet dengan src-address IP Hotspot Client.
  • Outgoing-Packet-Mark : Nama/penandaan packet yang keluar ke Client. Berfungsi sama dengan Mangle Mark-Packet dengan dst-address IP Hotspot Client.

Pengaturan Hotspot User-Profile=Mahasiswa
Penentuan Nama Profile dan Shared-User


Penentuan User-Profile Mahasiswa menggunakan parameter yang sama dengan Dosen.

Bandwidth Manajemen
Pada contoh kasus ini, akan digunakan Queue Tree dengan penandaan Packet-Mark yang dibuat otomatis oleh Hotspot-User Profile.

Penandaan Paket yang dilakukan oleh User-Profile tidak berada pada built-in chain yang ada pada Mangle, melainkan pada chain=hotspot yang dibuat otomatis. Oleh karena itu agar metode ini bekerja perlu dibuat Mangle dengan action=jump dari Built-In ke chain=hotspot.





Setelah ada Hotspot Client yang Login maka otomatis akan terdapat rule mangle mark-packet baru yang ditambahkan otomatis oleh User-Profile yang sudah kita buat sebelumnya



Dari Mangle tersebut kita bisa membuat limitasi menggunakan Queue-Tree. Konsep yang akan diterapkan adalah Bandwidth Share. Baik antar Client dengan username yang sama atau kelompok Client dengan username yang berbeda. Konsep ini akan kita set dengan model Staged Limitation.

Tentukan Parent Total Bandwidth
Langkah pertama, lakukan konfigurasi untuk menentukan total bandwidth yang ada pada jaringan kita. Contoh disini menggunakan Bandwidth maksimal 1Mbps.



Selanjutnya tentukan limitasi untuk Dosen dan Mahasiswa sebagai child dari Parent Total Bandwidth yang dibuat sebelumnya.

Dosen memiliki garansi bandwidth 512k dengan up-to:1Mbps, maka bisa dilakukan konfigurasi seperti berikut



Pada contoh tersebut menggunakan PCQ untuk queue type nya, digunakan untuk membagi bandwidth per user yang menggunakan username=Dosen

Pengaturan yang sama juga harus dilakukan untuk username=Mahasiswa, hanya berbeda limit-at dan max-limit nya. Mahasiswa dibuat maksimal 512k untuk semua client dengan username=Mahasiswa



Hasil akhirnya seperti berikut



Filtering

Dari konsep awal, Mahasiswa tidak diijinkan untuk akses ke Router, baik ping,winbox,ssh,dsb. Sebelumnya sudah kita tentukan pada User-Profile Mahasiswa, bahwa ketika Client Login, maka akan dibuat chain baru dengan nama Mahasiswa-in.

Chain ini bukan pada chain utama, sehingga perlu dibuat jump ke chain hotspot dari Built-In chain. Baru setelah itu kita gunakan Chain=Mahasiswa-in untuk melakukan blocking traffic dari Client ke arah Router



Dengan kombinasi konfigurasi seperti contoh tersebut kita akan lebih mudah dan fleksible dalam melakukan manajemen jaringan Hotspot.

Sekian dari saya semoga bermamfaat, mohon kunjungan baliknya.

Cara Memisahkan Traffic Game Online dan Browsing di Mikrotik

Semakin hari kebutuhan akan manajemen jaringan semakin beragam. Hal ini tidak lepas dari semakin beragam nya pula layanan internet yang ada. Dari mulai portal berita, forum, sosial media serta game online yang saat ini banyak digemari pengguna internet.

Sebagai penyedia layanan akses internet, tentu kita ingin memberikan layanan terbaik sehingga semua kebutuhan pengguna internet dapat diakomodasi dan dapat menjalankan aktifitas browsing, chating maupun bermain game online dengan nyaman.
Problem yang biasa terjadi adalah ketika 2 atau lebih akses yang berbeda, seperti browsing dan game online terjadi pada satu jaringan yang sama, antara keduanya dapat saling menganggu.
Misalnya, pada warnet atau wargame (warnet dan game online) ketika banyak yang bermain game online, traffic browsing akan terganggu. Atau bisa juga terjadi sebaliknya. Yang dimaksud game online disini adalah game yang sudah terinstall di PC, kemudian dimainkan secara online, bukan game yang disediakan oleh website-website tertentu.
Pada artikel ini, akan diulas bagaimana cara memisahkan dan melakukan manajemen yang berbeda untuk traffic browsing dan game online.

Setting Mikrotik Wireless Bridge

Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge. 
Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.
Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.
Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com
 → Home